Jumat, 15 Februari 2013

Review: Korban Pembunuhan Berantai Ponorogo

Review: Korban Pembunuhan Berantai Ponorogo
Review MA Nurul Mujtahidin: Konten ini murni dari hasil copy paste (COPAS) dari lensaindonesia.com yang selengkapnya seperti di bawah ini. Kami memandang ini merupakan pembunuhan yang sangat menghebohkan di Ponorogo, namun secara singkat kami menanggapi bahwa peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat tidak bagus untuk ditiru oleh kalangan manapun. Harapan kepada pembaca, bolehlah membaca berita-berita kriminalitas namun harap diambil hikmahnya, jangan sampai hal ini menjadi pembelajaran yang ditiru. Sekian saja review kami dan untuk informasi terakhir silahkan dibaca berikut ini.

Suprihatin warga Dukuh Sere, Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang ditemukan tewas dikubur di lantai kamar almarhum Krisnanda Mega Pratama di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, ternyata dalam keadaan hamil muda.

Kabar bahwa korban pembunuhan sadis ini sedang hamil mencuat dari mulut para tetangga yang terkejut mendengar informasi dari LI.COM saat datang ke rumah duka.

Baca juga: Sebelum Dikubur di Lantai Kamar Sang Pacar, Suprihatin Ditusuk 30 Kali dan Teka-Teki Terungkap, Mega Ternyata Tewas Ditusuk Ayahnya Sendiri

“Masa to Mas? Jadi Suprih sudah ditemukan dan meninggal. Selama dua minggu keluarganya mencari, dan kabar yang tersebar disini dia itu sedang hamil muda,” tukas beberapa tetangga yang bergerombol dihalaman rumah Korban, Selasa malam (12/02/2013).

Menurut beberapa warga Dusun Sere, putri kedua pasangan Sunarto dan Murtini ini dilaporkan hilang sejak tanggal 28 Januari lalu. Saat itu korban pamitan kepada
keluarganya untuk menserviskan laptopnya yang rusak di wilayah Kecamatan Jetis.

Namun sampai dengan hari ini belum pulang dan keluarga mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Suprihatin telah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kamar almarhum Mega sepekan sebelumnya yang juga ditemukan tewas di pinggir kali Keyang, Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis.

Diberitakan sebelumnya, teka-teki keberadaan Suprihatin yang hilang sejak kekasih Krisnanda Mega Pratama (26) ditemukan tewas dengan luka tusuk di pingir sungai Keyang, Rabu (06/02/2013) lalu.

Jenazah mahasiswi Fakultas Pendidikan Universitas Muhamadyah Ponorogo baru wisuda tahun lalu itu ditemukan terkubur dan ditutup lantai cor di kamar rumah Mega, kekasihnya.

Penemuan jenasah gadis manis ini bermula saat polisi tengah melakukan oleh TKP di rumah almarhum Mega di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Selasa (12/02/2013) siang kemarin.

Saat memeriksa ruang kamar Mega, polisi menemukan bercak darah yang menempel di tembok. Dari situlah, polisi akhirnya menaruh curiga. Kemudian semua barang yang ada di kamar tersebut di keluarkan termasuk tempat tidur Mega.

Karena menduga ada sesuatu di balik lantai tersebut, polisi langsung melakukan penggalian. Alhasil ditemukanlah mayat Suprihatin dengan posisi telungkup dan berpakaian masih lengkap.

Diketahui, seminggu sebelumnya, Mega Pratama juga ditemukan tewas dengan luka tusuk di dada kiri. Berdasarkan penyelidikan polisi akhirnya terungkap bahwa Mega tewas dibunuh oleh Eko Budianto (52) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Dalam mengeksekusi korban, Eko dibantu Udin (25) tetangga sebalah rumah.

Kedua pelaku tersebut saat ini telah ditahan di Mapolres Ponorogo.@arso

sumber: http://www.lensaindonesia.com/2013/02/13/korban-pembunuhan-berantai-ponorogo-ternyata-sedang-hamil-muda.html

Related Articles:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar